JAUH DI MATA DEKAT DI HATI

Kata-kata ini terasa tidak asing di telingaku. Lebih sering aku mendengarnya ketika masih usia remaja. Ya… itu karena kata-kata ini identik dengan cerita percintaan antara pria dan wanita. Ketika kekasih jauh, kita merasa rindu, kangen, dan sering teringat dirinya melebihi teringatnya kita dengan orang lain di sekitar kita. Mmmm…. Indahnya…. (walaupun masih lebih indah jika bersama-sama… he2..)

Kini aku bukan remaja lagi. Banyak keinginan-keinginan yang ingin kupenuhi (rahasia ya.. malu…) yang terkadang membuatku begitu bersemangat menjalani hidup ini dan terkadang membuatku sedikit frustasi karena sulitnya untuk meraihnya. Tantangan semakin lama semakin berat, membuatku bertanya-tanya, apakah aku mampu menjawab tantangan itu? Oh Tuhan beri aku kemampuan itu…..  

Sementara itu beberapa orang lain di sekitarku menjalani hidupnya seperti air yang mengalir… tidak kulihat hasrat untuk mencari/menjadi lebih baik, mereka menikmati apa yang ada, tidak terlalu memusingkan apa-apa selain yang mereka miliki…. Mereka mampu menikmati hidup dengan kekurangan dan kelebihan yang mereka miliki… ini sungguh aneh bagiku, bagaimana mungkin menikmati sebuah kehidupan yang stagnan dan tidak ada kemajuan. Tapi mereka tertawa, tersenyum, dan ceria membuatku semakin gundah.

Setelah sekian lama bergolak dengan keinginan-keinginanku yang tak kunjung terpuaskan, hatiku sedikit lelah bagaikan mengejar fatamorgana.  Jauh berbeda dengan orang lain di sekitarku itu. Mereka jauh dari yang mereka inginkan tapi dapat menikmati hidupnya, sedangkan aku dekat dengan yang aku inginkan tapi aku tidak pernah menikmati hidupku. Judul di atas cocok untuk mereka, tapi tidak cocok untuk aku. Bagi mereka, apa yang mereka inginkan berada jauh di mata tapi dekat di hatinya. Sebaliknya, bagiku, apa yang kuinginkan berada dekat di mata tapi jauh di hatiku.

Oh Tuhanku…. Apakah gerangan rahasiaMu? Mohon Tunjukkan padaku……



Kebahagiaan tidak terletak pada seberapa banyak yg ku miliki….
Kebahagiaan tidak terdapat pada seberapa jauh perjalanan yang ku tempuh…
Kebahagiaan tidak terukir pada seberapa indah lukisanku…
Kebahagiaan hanya akan bersemi di hati ketika aku mensukuri semuanya itu….

“Segala Puji Bagi-Mu Tuhan Semesta Alam”

2 comments:

  1. jangan terlalu sempit untuk mengartikan sesuatu.. mungkin anda melihat orang lain hanya dari satu sisi saja tp anda tidak melihat orang lain dari sisi yg berbeda jadi anda hanya melihat mereka mengalir seperti air... aku yakin dalam kehidupan mereka mempunyai makna yg lebih penting dari apa yg anda pikirkan.. hehehe.. itu lo menurut ak.. pizzz..

    ReplyDelete
  2. Maaf baru liat coment nya... dah jarang buka - buka blog lagi... he2.. sekarang mulai rindu nulis2 lagi...

    apa yg kutulis diatas poin nya adalah di bagian akhirnya... jika saya sarikan poin nya adalah "tidak perduli seberapa hebatnya kita (hebat atau tidak) rasa indahnya hanya akan kita rasakan saat kita mensukurinya".

    Saya rasa tulisan ini adalah tulisan positif tanpa mendiskreditkan siapapun... semoga dapat mengambil hikmah atau manfaatnya...

    makasih yach sharingnya....

    ReplyDelete