Dalam bukunya yang berjudul “Bagaimana mencari kawan”, Dale Carnegie menjabarkan teknik-teknik bagaimana cara membahagiakan orang sehingga banyak orang yang ingin menjadi kawan kita, selain itu dia juga menjelaskan bagaimana caranya menjadi orang yang bisa dipercaya dan pada akhirnya mencapai sebuah kesimpulan yang menyatakan bahwa pada dasarnya hanya ada dua hal pokok yang menjadi motivasi manusia dalam hidup ini yaitu cinta dan Sex. Setelah saya kaitkan dengan makna hidup ini, Dale Carnegie mengilhami saya untuk berpikir bahwa sesungguhnya dengan dua motivasi ini manusia dapat mempertahankan hidupnya (karena cinta) dan berkembang biak (karena sex). Saya merasa bahwa Allah menciptakan manusia yang ditetapkan membutuhkan cinta dan sex dengan maksud agar manusia mempertahankan hidupnya dan berkembang biak secara otomatis tanpa diperintah ataupun dipaksa.
Lalu jika dilihat bagaimana cara manusia memenuhi kedua kodrat tersebut, kita dapat melihat bahwa kebutuhan sex dapat dipenuhi setiap saat kita inginkan selama ada pasangannya, tapi berbeda dengan cinta (kasih sayang) yang baru dapat terpenuhi jika terdapat interaksi antara sesama manusia atau interaksi manusia dengan makhluk lainnya (alam). Jika kita berada dalam satu ruangan bersama-sama tapi tidak berinteraksi, kita tidak merasakan apa-apa bukan? Oleh karena itu manusia diciptakan dengan karakter membutuhkan makan agar manusia bergerak mencari makanan sehingga terjadilah berbagai macam interaksi. Hal inilah yang menjadi focus perhatian kaum materialism yang menganggap bahwa materi adalah tuhannya.
Dengan adanya tiga kebutuhan dasar ini maka lengkaplah sudah system kehidupan ini. Sistem kehidupan ini sudah dapat berjalan secara otomatis dan seimbang. Walaupun sudah lengkap dan seimbang, system kehidupan ini tetap dapat menimbulkan kegagalan dalam prosesnya. Seperti system produksi pasti ada produk gagal yang nantinya disortir. Dalam system kehidupan, orang-orang yang bunuh diri adalah orang-orang yang mirip dengan produk gagal tersebut karena gagal mengikuti proses sistematisnya.

Hewan dan tumbuhan serta makhluk lainnya memiliki sistem yang sama sehingga mereka berjalan sesuai dengan rencanaNya. Dengan demikian manusia tidak jauh berbeda dengan mereka, yang membedakannya hanyalah adanya akal pada manusia yang dapat memberikan kemampuan untuk tidak hanya terpaku pada sistem kehidupannya. Perbedaan ini (akal)dapat memberikan kemampuan pada manusia untuk berbuat lebih (lebih baik atau lebih buruk)...
ReplyDelete